CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 22 Juni 2012

Web Design for Mom


Apa sih sesungguhnya peluang membuat website berbasis waktu (web blog atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah blog) untuk para ibu? Banyak hal luar biasa yang bisa dilahirkan dari sebuah blog. Beberapa di antaranya adalah:
Blog sebagai Catatan Personal
Peluang pertama dari sebuah blog adalah menjadikan blog sebagai tempat menaruh kisah keseharian, catatan personal atau diari online. Materinya bisa diakses dari mana saja selama ada jaringan internet, interaktif pula sehingga bisa menambah semangat dalam menorehkan catatan harian kita. Aku termasuk orang yang percaya kalau catatan personal (diari) itu adalah harta karun luar biasa, apalagi jika dibaca sekian puluh tahun dari saat ini. Blog adalah catatan sejarah. Momen yang terekam dalam setiap kata & gambar yang dipasang di blog menjadi kekayaan sendiri untuk para ibu.
Blog sebagai tempat Berbagi Ilmu
Saat ini internet menjadi tempat belajar yang sangat kaya. Rasanya hampir setiap hal bisa kita tanyakan dengan mudah ke mbah google. Internet telah mendorong banyak orang di seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan mereka. Untuk berbagi tidak harus menjadi ahli dulu. Siapapun bisa melakukannya.
Sebagai ibu, kita pun berbagi pengetahuan yang kita miliki lewat blog. Setiap ibu pasti punya ilmunya sendiri-sendiri, dari mulai resep andalan, tips mengatur rumah, tutorial menjahit sampai caranya berpakaian yang cantik tapi tetap santun. Semua bisa dengan mudah dibagi melalui blog. Belum ilmu para ibu yang diperoleh dari sekolah atau yang berkaitan dengan dunia profesinya.
Apa untungnya berbagi ilmu di internet? Selain menjadi karya bakti untuk sesama, berbagi ilmu melalui blog juga akan menambah pertemanan dan membangun jejaring bersama orang-orang yang memiliki minat yang sama dengan materi yang kita tulis di blog. Dari komentar yang masuk, kita juga bisa membangun hubungan dan saling belajar. Itu tadi manfaat dari sisi sosial. Dari sisi komersial, sebuah blog bisa menjadi buku, membuat ibu menjadi dikenal, dan bisa jadi memperoleh penghasilan-penghasilan tambahan.
Blog sebagai tempat Bisnis
Jalan yang macet, kesibukan mengurus anak, kurangnya waktu dan aneka keterbatasan lain kini membuat toko online semakin menjamur. Banyak orang mulai memilih lebih praktis membeli secara online barang-barang kebutuhan mereka. Hal ini bisa jadi peluang bisnis untuk para ibu semua.
Nah, blog juga bisa diformat bukan hanya menjadi ajang eksis dan narsis, tetapi bisa menjadi sebuah sarana untuk berbisnis.
Membuka sendiri toko online, menjadi penulis/penterjemah, menjual jasa (penjualan rumah, pembuatan website, disain dll), atau apapun yang bisa ditransaksikan secara online bisa ibu-ibu kerjakan dari rumah sambil tetap menjaga sang buah hati.
Blog sebagai Gerakan Sosial
Jangan sangka kita harus selalu turun ke jalan untuk "demo" untuk membuat sebuah gerakan sosial. Melalui internet dan blog, kita bisa membuat sebuah gerakan yang membawa perubahan masyarakat pada aspek yang menjadi perhatian kita. Melalui blog kita bisa menuangkan apa yang menjadi perhatian kita, pendapat kita, solusi, ide, renungan atau gerakan yang kita anggap bisa membawa masyarakat menjadi yang lebih baik. Banyak gerakan-gerakan sosial yang terlahir melalui blog dan kegiatan online di Internet, misalnya: Indonesia Bercerita, Bincang Edukasi, Blood for Life, dan lain-lain.
Salah satu yang bisa kita lakukan bersama saat ini adalah mengkampanyekan "Ibu Profesional" kepada semakin banyak ibu-ibu di seluruh Indonesia, menyatukan hati, visi dan misi, saling menginspirasi & menguatkan untuk membangun keluarga yang cerdas, mandiri & bahagia.
***
Untuk itu aku mengajak ibu-ibu semua untuk mulai menulis, mulai membuat blog. Banyak platform blog gratis yang sekarang ada di internet. Ada Blogger, Wordpress, Multiply dll. Kali ini aku akan membahas mengenai Blogspot/Blogger. Sebuah layanan blogging dari Google.
Aku suka Blogger karena GRATIS, Fleksibel, gampang sekali & jaringannya menempel pada Google, jadi memudahkan situs kita terdeteksi oleh mbah Google :)
Proses pembuatan Blog di Blogger:
Pergi ke www.blogger.com
=> Tutorial: http://bit.ly/buatblogger
=> Video tutorial: http://youtu.be/UF4q0JSdhFE
Pilih template blogger
=> Tutorial: http://bit.ly/GantiTemplate
Sumber Template Gratis:
=> http://bit.ly/stylishtemplates
=> http://btemplates.com/
=> Google kata kunci: Free Blogger Theme
=> Video tutorial:
http://youtu.be/XBqOGrNMRgM
http://youtu.be/Lr1NGLIiTTE
***
Blogger versi baru menyajikan banyak tambahan fleksibilitas & kemudahan. Salah satunya adalah kemudahan mendisain sendiri blog kita tanpa harus mengganti dengan template khusus. Situsku yang berisi banyak materi Digital Scrapbook Gratis: LalaDigiScrap dibuat menggunakan Blogger dengan template dasar. Yang kulakukan hanya mengganti gambar background, header & font.
Berikut video tutorial cara modifikasi disain template Blogger dengan bantuan Blogger Template Designer:
http://youtu.be/i2CJz7QwMfY
http://youtu.be/K0KLAFQtpBo
Hal menarik berikutnya adalah tersedianya widget yang memungkinkan kita untuk menambah aneka gadget/alat bantu untuk menambah fitur-fitur pada blog kita. Cara menggunakan widget pada blogger bisa dilihat tutorialnya di sini:
Video Tutorial: http://youtu.be/HmvFiy6pY1o
Salah satu widget yang paling banyak fungsinya adalah HTML Text Widget. Dengan HTML Text Widget, kita bisa memasang gambar, mengintegrasikan blog dengan media sosial lain, memasang lagu, slideshow, Twitter/Facebook timeline, chatbox, statistik dll.
Berikut beberapa gadget/sumber materi yang bisa kita pasang melalui HTML Text Widget:
Pesan pengunjung/chatbox:
=> Tutorial: http://bit.ly/PasangChatBox
Pilihan ChatBox:
=> http://cbox.ws/
=> http://www.freeshoutbox.net/
Widget Komunikasi:
Yahoo Messenger: http://bit.ly/PasangYM
Google Talk: http://bit.ly/PasangGoogleTalk
Pasang Skype: http://bit.ly/PasangSkype
Pasang MeeBoMe: http://www.meebome.com/
***
Untuk menambah kredibilitas blog kita, kita bisa menghilangkan ekstensi .blogspot.com pada blog kita. Misalnya http://laladigiscrap.blogspot.com menjadi http://laladigiscrap.com. Caranya adalah dengan membeli domain dan mengaturnya menjadi nama blog kita. Biaya penyewaan domain (dot com) itu sekitar Rp. 120 ribu/tahun
Tutorial berikut bahkan memakain domain gratis co.cc:
Tutorial: http://bit.ly/MenggantiDomain
Video Tutorial: http://youtu.be/4Xq0eY8ebjo
Selamat membuat blog yaaa.. Buat teman-teman yang sudah memiliki blog di Blogger, ayo kita berjejaring. Kita bisa saling "follow" melalui Google Friend Connect yang biasanya ada di sidebar masing-masing. Dengan ini aku pun mengundang teman2 semua untuk main kehttp://laladigiscrap.com => isinya aneka materi digital scrapbook lengkap dengan tutorialnya.
Salam,
Lala ^_^

"Ini lho bu, baru pulang kuliah Ibu Profesional" (Refleksi tentang indahnya Kuliah di Institut Ibu Profesional)


Suara Bunda Septi Peni, guru besar Institut Ibu Profesional(IIP) sore itu rasanya menghapus begitu saja lelah yang sempat hinggap setelah tadi berlari-lari untuk hadir ke kuliah rutin IIP di kantor Jarimatika Center Salatiga. Yup, lari-lari doong.. mengejar waktu biar bisa ontime hadir kuliah walau bablasan dari sekolahan tempat ngajar. Sudah menjadi tradisi kelas Ibu Profesional Salatiga selalu dimulai ontime seperti yang telah dijadwalkan pada pukul 15.30 tepat!! walaupun yang hadir baru beberapa gelintir dari gelontoran peserta yang selalu memenuhi ruang kuliah. Lagipula rugi bangett dech kalau tidak hadir di awal waktu, karena di awal sesi itu selalu ada kak vena yang memberi inspirasi bermain edukatif dan pak dadang yang memberi renungan-renungan hebat menyentuh hati. kereeeennn!!
Heeiii... sudah sampai ke materi "Dongeng" berarti ini sudah pertemuan ke-12 untuk kelas Bunda Sayang, artinya ini pertemuan terakhir untuk level 1 sebelum diadakan ujian kenaikan tingkat ke level 2 kelas Bunda Cekatan. Ya Robb.. rasanya belum banyak yang bisa teraplikasikan dari setiap materi yang saya terima.. tau-tau sudah 12 pertemuan. -berdoa sungguh-sungguh semoga diberi kemudahan mengamalkan ilmu, amiin-
Lamunanpun segera buyar dengan riuh redam kelas Ibu Profesional yang selalu semarak dan asyik karena metode penyampaian sang Guru Besar yang memikat hati, Lalu smua peserta kuliah pun larut dengan berbagai aktivitas seru sore itu. Sungguh menyenangkan! Tak terasa waktu sudah menjelang maghrib (tambah gelap pula karena mendung menggelayut), biasanya tuh ibu-ibu masih juga enggan meninggalkan kelas, entah absen, ambil copian materi, sharing macem-macem, dst, dkk,dll -saking banyaknya-. Emang sih rasanya masih pengen berlama-lama kuliah. Hari rabu menjadi sangat special dan ditunggu-tunggu bagi para ibu disini karena its me timeuntuk bertemu dengan ibu-ibu hebat lainnya untuk saling berbagi inspirasi (^_^ kalau lagi gini jadi lupa anak-suami dech.. ups maaf ya nak).
Naah, rutinitas selanjutnya adalah melirik HP "Ni sopirnya (baca: suami saya ^_^) udah jemput belum ya?"
"Maaf ya mi.. kayaknya ini ummi musti pulang sendiri dulu, raihan (3y+ red) belum mau diajak jemput, lagi minta makan"
Ya..ya... saya pun sudah tidak kaget lagi baca SMS senada, sangat sangat mengerti doong, karena memang dikala ummi kuliah maka abi lah yang momong raihan agar ummi bisa fokus ikut kuliah. Jadi manakala waktunya jemput masih sibuk dengan aktivitasnya momongsi kecil ya ummi harus legowo.
Oia, pemandangan yang tak kalah seru juga bisa kita temukan di gazebo tengah kolam cantik kediaman bunda Septi dan halaman depan. Disana seringkali menjadi tempat berkumpul para ayah , yups.. momong anak! Melihat itu semua rasanya amazingbangeeeet ibu-ibu, betapa tidak? Para ayah yang biasanya sibuk bekerja kini dengan telatennya menemani anak main dan melayani mereka, ada yang kejar-kejaran, bercanda, nyuapin makan, menimang bayi. Ah... jadi haruuu rasanya. Saya melihat sebuah bukti cinta yang besar, seorang ayah untuk anak-anak dan istrinya. Secara langsung dan tidak langsung kuliah Ibu Profesional telah menumbuhsuburkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga. Subhanalloh...
Okey.. menindaklanjuti SMS diatas artinya sore ini saya diberi kesempatan untuk olahraga nih. JJS!! alias Jalan-Jalan Sore. Antara rumah saya dan kampus IIP kira-kira 2 KM atau 30-45 menit jalan kaki. Seperti biasa, berjalan kaki 2 KM pulang kuliah jadi tidak terasa melelahkan, karena langkah saya mantaapp! Diiringi angan-angan inspirasi “Nanti sesampainya di rumah mau melakukan apa saja untuk mengaplikasikan materi yang didapat sore ini. Sambil membayangkan juga wajah suami yang duduk manis menunggu transferan cerita tentang kuliah sore ini, jadilah sembari jalan kaki saya senyam senyum menyusun kata-kata bak motivator tingkat nasional hendak mengisi acara di hotel berbintang. Ha ha ha... ngimpiiii!!
Namun tak jarang pula perjalanan pulang kuliah seperti ini beriring buncahan rasa bersalah yang amat besar di lubuk hati, betapa selama ini ternyata diri ini belum benar-benar menjadi 'ibu' dan 'istri' yang sesungguhnya bagi anak dan suami. Apa-apa yang saya jalani selama ini hanya sebatas mengikuti aliran waktu. Ya! Berjalan begitu saja tanpa seni, kemudian berharap sebuah mukjizat mampir tiba-tiba untuk membuat anak-anak saya menjadi hebat seperti impian setiap orang. Aahh.. sungguh makin merasa diri ini masih jauh dari kata 'pantas' untuk disebut menjadi seorang 'ibu' apalagi 'ibu yang profesional'. Materi demi materi yang dibekalkan dalam setiap tatap muka perkuliahan IIP membuat saya mengerti betapa mulia dan berharganya menyandang panggilan 'ibu' sehingga perlu bekal ilmu yang tiada pernah akan cukup sampaipun kita belajar hingga ke liang lahat. Itulah IBU!
Dari mana mbak.. kok sore begini baru pulang? Jalan sendirian gak sama abinya nih..”
sapaan seorang ibu menyadarkan renungan. “ooh.. iya bu, ini saya baru pulang kuliah, abinya di rumah lagi main sama raihan” balas saya spontan. “kuliah lagi ya mbak? Hebat ya.. dimana tho kuliahnya?” tanya tetangga tersebut dengan nada ramah. “itu lho bu, di Institut Ibu Profesional, di kantor Jarimatika yang ada di Margosari” bla..bla..bla... terjadilah percakapan seputar perkuliahan Ibu Profesional.
Situasi seperti ini tidak hanya sekali dua kali saya alami, tapi berkali-kali. Yup, setiap orang begitu mendengar kata IBU PROFESIONAL akan selalu tertarik untuk membahasnya lebih lanjut dan terlibat di dalamnya. Semakin saya menyadari bahwa sebenarnya setiap ibu sangat menginginkan dirinya menjadi profesional dibidangnya sebagai madrasah dan manager keluarga.
Berangkat dari banyaknya pertanyaan dan pernyataan ketertarikan untuk menjadi Ibu Profesional inilah maka muncul gagasan mengadakan sebuah seminar bertajuk “Ibu: Pondasi Utama Membentuk Generasi Robbani” dengan narasumber guru besar Institut Ibu Profesional Bunda Septi Peni Wulandani dan dokter Andina Widiastuti. Terlaksana pada 15 April 2012 di Masjid Agung Darul amal Salatiga. Great!! peserta yang semula ditargetkan hanya 100 orang ternyata membludag hingga 500 peserta. Ahaa.. inilah bukti kebangkitan para ibu untuk memulai langkah meniti jalan meraih predikat IBU PROFESIONAL. Tidak hanya di dunia ini namun juga kelak di akhirat.
Di akhirat juga? ya..
taukah sebuah hadits ini?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”
(HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Bukankah ini adalah inti tugas seorang ibu dan istri? Itulah mengapa menjadi ibu yang profesional di dunia ini pun insyaalloh akan mengantarkan kita menggapai Jannah 'Adn (surga tertinggi). aamiin
.........................................................................
  • .....
  • SMP negeri 1 Salatiga
  • SMU Negeri 1 Salatiga
  • Poltekkes Negeri Surakarta
  • Sedang menempuh pendidikan Ilmu Parenting di Institut Ibu Profesional 
ya.. kini data itulah yang selalu tercantum sebagai riwayat pendidikan dalam setiap Curriculum Vitae yang saya tulis untuk segala keperluan (belum lama bahkan mendapat apresiasi tinggi dari HRD dan direktur tempat suami bekerja). Yup!! Saya sangat bangga menuliskan "Sedang menempuh pendidikan Ilmu Parenting di Institut Ibu Profesional"sebagai pendidikan tertinggi, karena memang ternyata disinilah saya merasakan makna belajar yang sesungguhnya.
Saya meyakini bahwa segala sesuatu yang kita jalani dengan kecintaan yang mendalam terhadapnya akan membuahkan hasil yang luaaaar biasa!!
  • Special thank's to Bunda Septi Peni atas setiap inspirasi tiada henti

........................................................................
selesai ditulis pada dini hari, Jum'at, 8 Juni 2012
Zainab bundanya Raihan
IIP Salatiga

Ibu Rumah Tangga VS Wanita Karir


Menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga adalah sebuah pilihan. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Baik pilihan menjadi Ibu Rumah Tangga ataupun wanita karir memiliki sisi positif dan negatif.Tidak selamanya ibu rumah tangga lebih rendah kedudukannya dari wanita karir, dan begitu sebaliknya bahwa tidak selamanya wanita karir lebih rendah kedudukannya dari ibu rumah tangga. Semuanya tergantung dari pribadi  yang menjalaninya.
Seorang ibu rumah tangga akan lebih tinggi kedudukannya dari wanita karir jika dia bisa melaksanakan tugasnya secara profesional. Tahu pasti pekerjaan apa saja yang harus dilaksanakan di rumahnya. Bisa memanfaatkan waktu seoptimal mungkin, atau waktu emas bagi keluarganya. Bisa menciptakan pertemuan-pertemuan yang berkualitas bagi semua anggota keluarganya. Jika seorang ibu rumah tangga tidak tahu pekerjaan-pekerjaan apa saja yang harus dilakukan, maka keberadaan dirinya yang full time dirumah mungkin masih bisa dikalahkan oleh wanita karir yang bisa memanage waktunya seefisien mungkin untuk menciptakan pertemuan berkualitas bagi keluarganya.
Secara umum, peran full time mother lebih bagus daripada wanita karir. Karena full time mother  dapat memberikan seluruh tenaga dan pikirannya bagi keluarganya. Seluruh energi terfokus untuk  kemajuan dan peningkatan kualitas keluarganya. Meskipun ada wanita karir yang dapat menyeimbangkan antara keluarga dan karir, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Kebanyakan wanita karir yang sukses di pekerjaannya, keluarganya menjadi korbannya. Karena jumlah super woman di dunia ini sangat sedikit. Pasti ada salah satu yang harus dikorbankan, entah keluarganya, atau pekerjaannya. 
Terlepas dari pro kontra para aktifis gender, harus kita sadari dan akui bahwa wanita diciptakan dengan kondisi fisik yang berbeda dengan pria. Kondisi fisik wanita lebih lemah daripada pria, ini adalah fakta. Seorang wanita yang sudah mencurahkan energinya di kantor dari jam 08.00-17.00, ketika pulang kerumah pasti kondisinya sudah sangat lelah. Orang yang sedang dalam kondisi lelah emosinya tidak stabil dan gampang marah. Jadilah keluarganya hanya mendapatkan sisa-sisa tenaga dengan kondisi emosi yang labil. Padahal seorang suami yang kelelahan setelah seharian mencari nafkah tentu menginginkan kondisi rumahnya penuh ketenangan dan kedamaian. Suami menginginkan suasana rumah yang sejuk, istri yang hangat dan penuh pengertian tempat berbagi berbagai permasalahan kehidupan. 
Bukan berarti wanita karir itu selalu negatif. Jika memang kondisi ekonomi keluarga masih sangat kekurangan, maka wanita bisa membantu mencari nafkah. Tapi jika pendapatan suami sudah mencukupi, maka alangkah baiknya jika menjadi full time mother saja. Atau jika ingin membantu menopang ekonomi keluarga, maka wanita bisa menjalankan pekerjaan part time  seperti memberi les privat, menjahit, membikin pernak-pernik, menulis, membikin kue dll.  Dengan pekerjaan sampingan yang tidak menguras waktu seharian penuh, maka keluarga masih bisa diurus dan pendapatan pun bisa diraih. Tidak ada istilah ibu rumah tangga tidak bisa mengaktualisasi diri, semua tergantung dari diri kita masing-masing. 
Menjadi Ibu Rumah Tangga Profesional adalah impian  dari setiap ibu. Keluarga terurus, keuangan terpenuhi, dan aktualisasi diri terwujud. Tentu ini bukanlah hal yang mudah. Kita semua masih belajar bersama mewujudkan hal tersebut. Berikut ini ada bebrapa hal yang dapat kita lakukan bersama agar kita tidak kalah dengan wanita karir. Hal-hal  untuk membantu mewujudkan profil Ibu Rumah Tangga Profesional :
 1. Menikmati peran ibu rumah tangga.
Ini merupakan titian pertama, yang dapat mengantarkan ke gerbang kehidupan aman, tentram, damai, dan rileks tanpa dihinggapi stres ataupun beban ketika terjun menjalankan karier full time mother. Untuk menciptakan kadar profesional, menikmati peran “kerja” sangat diperlukan. Dimana dia mengetahui dengan jelas seluk beluk, tantangan dan reward jika menjalankan aktivitas tersebut. 
2. Memiliki visi dan motivasi.
Menjadi ibu rumah tangga adalah profesi, sama halnya dengan pekerjaan di luar rumah. Karena butuh keahlian, pengetahuan dan ketrampilan dalam menjalankannya. Agar semuanya berjalan secara profesional tanpa ada perasaan malu, risih ataupun jengah, seorang ibu rumah tangga juga perlu memiliki visi dan motivasi yang jelas, tidak semata-mata dijalankan karena keterpaksaan. Visi adalah wawasan jauh ke depan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Visi adalah sumber motivasi yang menggerakan hati untuk berbuat sesuatu. Dengan adanya visi dan motivasi tersebut, maka paradigma bahwa peran ibu rumah tangga adalah menjemukan akan hilang sedikit demi sedikit. 
3. Mampu mengkolabarasikan Leadership dan friendship secara seimbang.
Leadership atau jiwa pemimpin juga diperlukan oleh ibu rumah tangga untuk dapat mengarahkan anggota keluarganya. Dia menempatkan diri agar dapat bermanfaat bagi anggota keluarganya serta mampu mengambil tindakan yang dirasakan perlu untuk kepentingan keluarga. Seorang ibu rumah tangga juga harus memiliki jiwa bersahabat (friendship). Di mana ia mampu menempatkan diri menjadi seorang sahabat yang penuh pengertian dengan tutur bahasa yang menyenangkan, tidak menghakimi jika mencium gelagat tidak baik dalam rumah tangganya sehingga timbul keakraban dan keterbukaan antar anggota keluarga. Mengembangkan forum diskusi dan komunikasi dua arah. 
4. Memiiki management of time control.
Berbeda dengan pekerja kantoran yang selalu diatur waktu, maka seorang ibu rumah tangga punya hak untuk mengatur waktu kerjanya. Bos baginya adalah dirinya sendiri. Malas-rajin, lambat-cekatannya, tergantung bagaimana dia dapat memanajemen waktunya secara profesional. Memanfaatkan waktu secara optimal-efektif dan efisien- akan mendatangkan hasil optimal hingga menciptakan kepuasan yang tinggi bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan adanya kepuasan diri akan tumbuh rasa menikmati bahkan mencintai peran ibu rumah tangga.
 5. Mampu bertindak sebagai corporate secretary
Dalam rumah tangga, seorang suami sangat membutuhkan sekretaris perusahaan (istri) sebagai tangan kanannya (orang yang dapat dipercaya). Untuk memenuhinya maka Seorang ibu rumah tangga harus memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang manajerial, berkomunikasi, interpersonal skill untuk mengagendakan rencana-renca rumah tangganya. 
6. Pengelola keuangan yang cerdas
Hal ini dapat diketahui dari adanya buku neraca keuangan rumah tangga (berisikan pemasukan dan pengeluaran). Ini diperlukan untuk mengontrol keuangan dan mengupayakan adanya penghematan dalam megelola aset serta menyisakannya untuk tabungan masa depan. 
7. Juru masak handal
“Cinta datang dari perut”, maksudnya sebuah cinta dapat muncul dari masakan yang disuapkan ke mulut hingga perut merasa kenyang terisi. Seorang ibu rumah tangga yang dapat menyajikan masakan lezat bagi keluarga tentu akan memberikan kenangan tersendiri di lidah, dan rindu untuk selalu pulang ke rumah karena ingin mencicipinya kembali. 
8. Pendidik yang terdidik
“Ibu adalah sekolah yang pertama bagi anak-anak”. Dengan ilmu pengetahuannya, seorang ibu rumah tangga akan tahu bagaimana mendidik anak (memberikan ilmu dan hal-hal yang dibutuhkan anak), sehingga kelak mampu mengantar anak pada gerbang kesuksesan. 
9. Mampu mengaktualisasikan diri
Dengan adanya aktualisasi diri, diharapkan seorang ibu rumah tangga tidak merasa terkukung pada rutinitas. Aktualisasi dapat berupa menyalurkan hobi, melakukan pekerjaan yang disenangi, atau memiliki waktu pribadi, dengan tanpa megabaikan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga.
Demikian poin-poin yang bisa kita lakukan. Sedikit demi sedikit mari kita perbaiki diri kita masing-masing untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga. Tidak ada kata terlambat. Asal ada kemauan pasti ada jalan. Nothing is imposible...everything is possible if you believe in Alloh....Let's do it...!

 Widi Astuti (Humas IIP Salatiga)
Salatiga 22 Juni 2012
Edisi tulisan setelah off 2 bulan dari aktifitas Ibu Profesional :-)